Kamis, 26 April 2012

Contoh kata Turunan, Ulang, dan Gabungan


Kata Turunan :

·         jika bentuk dasar berupa gabungan kata awalan / akhiran ditulis serangkai dengan kata yang langsung mengikuti atau mendahuluinya.

Contoh :

1.      Berduka cita
Saya turut berduka cita atas meninggalnya keluargamu.

2.      Berhutang nyawa
Kami berhutang nyawa kepada penyelamat itu.

3.      Mendarah daging
Mencuri sepertinya sudah mendarah daging untuknya.


·         jika bentuk dasar yang berupa gabungan kata mendapatkan awalan dan akhiran sekaligus, unsur gabungan kata itu ditulis serangkai.

Contoh :
1.       Membumihanguskan
Penjajah telah membumihanguskan kota kita.

2.       Mempertanggungjawabkan
Para pencuri itu harus mempertanggungjawabkan perbuatan mereka.

3.      Menyalahgunakan
Banyak pihak yang menyalahgunakan narkoba.

·         jika salah satu unsur gabungan kata itu hanya dipakai dalam kombinasi, gabungan kata itu ditulis serangkai.

Contoh :
1.       Narasumber
Kami baru saja mewawancarai narasumber

2.       Se-Balikpapan
Mereka memenangkan kejuaraan sepak bola se-Balikpapan

3.       Mahadashyat
Bencana tsunami yang mahadashyat






Kata Ulang :

·         Bentuk ulang ditulis secara lengkap dengan menggunakan kata hubung.
Contoh :
1.       Sopan – santun
Anak itu tidak punya sopan - santun

2.       Terpincang – pincang
Dia terpincang – pincang setelah jatuh dari sepeda motor

3.       Terguling – guling
Mereka terguling – guling beberapa meter


Gabungan kata :

  • Gabungan kata yang lazim disebut kata majemuk, termasuk istilah khusus, unsur-unsurnya ditulis terpisah.
Contoh :
1.       Tangan kanan
Jono selalu menjadi tangan kanan bosnya

2.       Majalah dinding
Majalah dinding harus diisi informasi yang bermanfaat

3.       Perahu Naga
Indonesia meraih emas pada cabang perahu naga

·         Gabungan kata termasuk istilah khusus yang mungkin menimbulkan kesalahan pengertian, dapat ditulis dengan tanda hubung untuk menegaskan pertalian diantara unsur yang bersangkutan.
Contoh :
1.       Pulang – pergi hari
Ayah keluar kota pulang – pergi hari

2.       Bekerja siang malam
Orang itu bekerja siang malam demi mendapatkan uang

3.      Hidup mati kami
Hidup mati kami pertaruhkan demi kemerdekaan





·          Gabungan kata ditulis serangkai
Contoh :
1.      Matahati
Para dermawan yang telah membuka matahati mereka

2.      Matirasa
Kakiku matirasa dan sangat sulit digerakkan

3.      Seringkali
Di Balikpapan seringkali terjadi pemadaman listrik


·          Kata ganti ku, kau, mu, dan nya
Kata ganti ku ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya

Contoh :

1.       Barang apa saja yang kupegang selalu diambilnya

2.      Hartaku tidak ada apa - apanya dibandingkan hartamu

3.       Temanku tidak sengaja menabrak motornya


·          kata depan di, ke, dan dari
Kata depan di, ke, dan ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya kecuali dalam gabungan kata

Contoh :

1.      Disini kami selalu menghawatirkan keadaan nenek di desa

2.      Dari awal aku sudah menduga bahwa kamu tidak dapat dipercaya

3.      Aku akan mencarimu kemanapun kau pergi


·         Kata Si dan Sang
Kata si dan sang ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya.

Contoh :

1.      Sang Raja memerintahkan pasukan untuk menyerah

2.      Si pemburu pulang dengan tangan hampa

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar